Senin, 01 April 2013

MEMBEDAKAN MACAM-MACAM KARANGAN

MEMBEDAKAN MACAM-MACAM KARANGAN
KARANGAN NARASI
     Karangan narasi ialah karangan yang menyajikan serangkaian
     peristiwa yang biasanya disusun  menurut  urutan  waktu.
     Yang termasuk narasi ialah cerpen, novel, roman, kisah
      perjalanan, biografi, otobiografi.

    Ciri-ciri/karakteristik karangan Narasi
    a. Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa
    b. Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang
         menunjukkan peristiwa awal sampai akhir
    c. Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian
    d. Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci

Contoh karangan narasi :
Kurang Beruntung
            Tepat pukul 11.00 WIB pekan lalu, aku baru pulang dari kuliah. Seperti biasanya aku pulang kerumah naik ojek yang beraa didepan kampusku. Kebetulan saat itu matahari sangat terik-teriknya sehingga hawa panas menyelimuti tubuhku dan lagi ditambah rasa lapar yang sejak tadi menghantuiku, membuat suasana saat itu tak mengenakkan untukku.
Diperjalanan menuju kerumah terselip kejadian lucu, ternyata ojek yang aku naiki salah jalan. Tadinya aku sempat kesal namun setelah ia berbicara untuk menanyakan jalan yang benar, ia menggunakan logat bahasa jawa yang tak ku mengerti. Tanpa sengaja aku tertawa kecil. Namun aku nalar saja maksudnya adalah menanyakan jalan yang benar. Kejadian tersebut cukup membuat ku geli disaat terik matahari yang kian menusuk tubuhku.
Sesampainya dirumah kesialan kembali menerpaku. Ternyata rumahku masih terkunci, tak seorangpun yang berada didalam rumah dan kebetulan saat itu aku tidak membawa kunci cadangan. Kembali aku merasa sangat kesal saat itu. Akhirnya aku menunggu untuk beberapa menit sampai orang tua ku kembali. 10 menit pertama telah berlalu, aku masih duduk di kursi teras depan rumahku. 10 menit berikutnya pun telah berjalan tanpa kusadari, lagi-lagi tak kujumpai orang rua ku kembali.
Setelah hamper 40 menit aku menunggu dengan rasa bosan. Terbesit sekilas dalam pikiranku untuk menghubungi orang tua ku. Akhirnya aku menghubungi orang tua ku. Aku heran mengapa hal ini tak terpikirkan olehku sejak tadi, mungkin karena terlalu emosi sehingga hal sekecil itu tak lagi terpikirkan olehku.

Karangan Deskripsi
        Karangan Deskripsi ialah karangan yang menggambarkan
        atau melukiskan sesuatu seakan-akan pembaca melihat,
        mendengar, merasakan, mengalaminya sendiri.
        Ciri-ciri / karakteristik karangan deskripsi
     a.  Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu
     b.  Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman
           pada diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat,
           merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri suatu
           objek yang  dideskripsikan
     c.  Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil
           objek tertentu, yang dapat berupa  tempat, manusia,
           dan hal yang dipersonifikasikan
     d.  Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode
           realistis (objektif), impresionistis (subjektif), atau
           sikap penulis

Contoh karangan deskripsi :
KE APOTIK
Siang itu aku sedang duduk santai di sofa empuk di dalam apotik milikku yang baru saja dibuka. Apotik ini adalah impianku sejak aku kuliah di Farmasi dulu. Sekarang aku memandang puas pada usahaku selama ini. Aku bisa mendirikan apotik di kota kelahiranku.
Apotik ini cukup luas, beberapa rak besar tempat obat-obatan berjejer rapi dengan kemasan-kemasan obat warna-warni yang dikelompokkan menurut farmakologinya dan disusun alfabetis. Pandangan saya tertuju pada rak buku di pojok ruangan yang berisi buku-buku tebal. Ku ambil satu buku yang disampulnya tertulis Informasi Spesialis Obat atau yang biasa disebut kalangan farmasi dengan buku ISO.
Setelah ku pandangi aku tersenyum dan mengembalikannya ke tempat semula. buku ini adalah buku pertama yang kubeli saat aku kuliah dulu. Aku memandang lagi secara keseluruhan apotik ini, sebuah televisi 14 inci dan sebuah computer di meja kasir. Hembusan angin dari AC cukup membuat udara terasa sejuk di bulan Mei yang panas ini.

KARANGAN EKSPOSISI
        Karangan Eksposisi adalah bentuk karangan yang
        memaparkan, memberi keterangan, menjelaskan,
        memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.

       Ciri-ciri/karakteristik karangan Eksposisi
        a.  Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya
        b.  Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi
              (data faktual)
        c.  Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan
              kehendak
        d.  Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif
              terhadap fakta yang ada
        e.  Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau
              tentang proses kerja sesuatu

Contoh karangan eksposisi :
Ketakutan
Pernahkan Anda menghadapi situasi tertentu dengan perasaan takut ? Bagaimana cara mengatasinya ? Rasa Takut adalah rasa dimana seseorang merasa bahwa dirinya sedang mengalami situasi atau suasana yang menghilangkan rasa percaya diri mereka akan sesuatu. Di bawah ini ada lima jurus untuk mengatasi rasa takut tersebut.
Pertama, persipakan diri Anda sebaik-baiknya bila menghadapi situasi atau suasana tertentu. Dengan memperiapkan diri saat menghadapi situasi atau suasana tertentu Anda akan merasa siap bahkan merasa bahwa Anda telah melewati situasi dan suasana tersebut.
Kedua, pelajari sebaik-baiknya bila menghadapi situasi tersebut. Anda harus mempelajari baik-baik situasi apa yang sedang Anda hadapi baik ditempat sepi maupun dikeramaian. Karena Anda akan merasa siap dengan segala suasana dan situasi yang telah Anda pelajari.
Ketiga, pupuk dan binalah rasa percaya diri.kepercaya dirian merupakan kunci utama anda dalam mengatasi rasa takut. Dengan percaya diri Anda merasa bahwa Anda mampu melewati situasi dan suasana yang akan Anda lalui tanpa terhalang oleh rasa takut.
Keempat, setelah timbul rasa percaya diri, pertebal keyakinan Anda. Keyakinan Anda dalam mengadapi rasa takut harus dipertebal agar Anda mapu dan yakin bahwa rasa takut iu akan hilang dengan kepercayaan diri yang kuat dan keyakinan yang tinggi
Kelima, untuk menambah rasa percaya diri, kita harus menambah kecakapan atau keahlian melalui latihan atau belajar sungguh-sungguh. Anda juga haarus memiliki keahlian dan kecakaapan dalam suatu bidang, agar rasa percaya diri anda kuat dan menghilangkan rasa takut yang melanda Anda

KARANGAN PERSUASI
 
      Karangan Persuasi adalah karangan yang tujuannya untuk
      membujuk pembaca agar mau mengikuti kemauan atau
      ide penulis disertai alasan bukti dan contoh konkrit.

Contoh karangan persuasi :
Sistem Pendidikan Di Indonesia
Sistem pendidikan di Indonesia yang dikembangkan sekarang ini masih belum memenuhi harapan. Hal ini dapat terlihat dari keterampilan membaca siswa kelas IV SD di Indonesia yang berada pada peringkat terendah di Asia Timur setelah Philipina, Thailand, Singapura, dan Hongkong.
Selain itu, berdasarkan penelitian, rata-rata nilai tes siswa SD kelas VI untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA dari tahun ke tahun semakin menurun. Anak-anak di Indonesia hanya dapat menguasai 30% materi bacaan. Kenyataan ini disajikan bukan untuk mencari kesalahan penentu kebijakan, pelaksana pendidikan, dan keadaan yang sedang melanda bangsa, tapi semata-mata agar kita menyadari sistem pendidikan kita mengalami krisis.
Oleh karena itu, semua pihak perlu menyelamatkan generasi mendatang. Tidak hanya dari pemerintah sebagai penyedia sumber pendidikan, namun yang lebih penting adalah kesadaran dari berbagai pihak. Termasuk anak itu sendiri. Hal tersebut dapat memperbaiki sistem pendidikan nasional.

 KARANGAN ARGUMENTASI
      Karangan Argumentasi adalah karangan yang isinya
      bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembaca
      terhadap suatu masalah dengan mengemukakan
      alasan, bukti, dan contoh nyata.

      Ciri-ciri/karakteristik karangan Argumentasi
      a.    Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran
             gagasan pengarang sehingga kebenaran itu
             diakui oleh pembaca
      b.   Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta,
             grafik, tabel, gambar
     c.    Dalam argumentasi pengarang berusaha
             mengubah sikap, pendapat atau pandangan
             pembaca
     d.    Dalam membuktikan sesuatu, pengarang
             menghindarkan keterlibatan emosi dan 
             menjauhkan subjektivitas
      e.   Dalam membuktikan kebenaran pendapat
             pengarang, kita dapat menggunakan
             bermacam-macam pola pembuktia
Contoh karangan argumentasi :
Tanah Yang Subur
Mempertahankan kesuburan tanah merupakan syarat mutlak bagi tiap-tiap usaha pertanian. Selama tanaman dalam proses menghasilkan, kesuburan tanah ini akan berkurang. Padahal kesuburan tanah wajib diperbaiki kembali dengan pemupukan dan penggunaan tanah itu sebaik-baiknya. Teladan terbaik tentang cara menggunakan tanah dan menjaga kesuburannya dapat kita peroleh pada hutan yang belum digarap petani.
Kesuburan tanah sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanaman bagi para petani. Tak hanya baik bagi kesuburan tanah tapi juga akan memperbaiki kualitas dari tanaman sehingga akan mampu menghasilkan niali rupiah yang baik bagi petani.

Penalaran Dikaitkan dengan Proses Berbahasa

Penalaran Dikaitkan dengan Proses Berbahasa



http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/02/1328410036490133751.jpg


A. Penalaran Definisi

Setiap siswa memiliki gaya belajar sendiri. Bobbi Deporter (1992) menyebutkan hal itu sebagai unsur modalitas belajar. Menurutnya ada tiga belajar pada tiap diri siswa dimana tiap orang memiliki kecenderungan terhadap salah satunya. Ketiga hal itu adalah visual, auditorial, dan kinestetis. Siswa yang memiliki kecenderungan visual akan cenderung belajar dengan cara melihat. Siswa dengan kecenderungan auditorial akan lebih tertarik untuk belajar dengan mendengarkan suara-suara. Sementara siswa dengan karakter kinestetis akan lebih tertarik untuk praktek dengan melakukan suatu kegiatan atau menyentuh secara langsung.

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

Metode dalam menalar

Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.

Metode induktif

Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.

Metode deduktif

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Konsep dan simbol dalam penalaran

Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.

Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran

Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
  • Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
  • Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.


Kamis, 10 Januari 2013

10 Hewan Terkuat

10. Beruang

Beruang ini adalah hewan gunung terkuat, bisa mengangkat 0,8 kali berat badannya. Berat badan mereka sekitar 1500 pound dan mampu mengangkat benda seberat 1200 pound.

9. Kepah


Hewan ini bisa menahan benda seberat 2 kali badannya. Cangkangnya sangat kuat dibandingkan ukuran tubuhnya.

8. Anaconda


Hewan ini bisa mencekik hewan yang sama dengan berat tubuhnya sampai mati. Berat tubuhnya bisa mencapai 550 pound.

7. Banteng


Hewan ini mampu menarik dan membawa benda 1,5 kali berat badan mereka. Berat badannya mencapai 1300 pound dan bisa menarik dan membawa benda seberat 2000 pound.

6. Harimau


Hewan ini bisa mengangkut suatu benda 2 kali berat badannya sambil melompati pagar setinggi 10 kaki. Beratnya mencapai 600 pound dan mampu membawa benda seberat 1200 pound.

5. Elang


Elang adalah burung terkuat. Mereka mampu mengangkat benda 4 kali berat badannya sambil terbang.

4. Gorilla


Hewan ini mampu mengangkat benda 10 kali berat badannya. Beratnya sekitar 450 pound dan mampu mengangkat benda seberat 4600 pound, atau sama dengan 30 orang dewasa.

3. Semut pemakan daun


Semut ini bisa mengangkat benda 50 kali berat badannya, sama seperti seorang yang sanggup mengangkat truk.

2. Gajah


Hewan ini adalah hewan mamalia terkuat. Berat badannya bisa mencapai 12.000 pound dan bisa mengangkat benda seberat 20.000 pound, sama dengan 130 orang dewasa.

1. Kumbang badak


Hewan ini adalah serangga terkuat, tapi juga merupakan hewan terkuat di dunia kalau dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. Mereka mampu mengangkat benda seberat 850 kali berat badannya.

Analisis Kesalahan Dalam Surat Kabar



Jakarta - Polisi masih menelusuri penyebab Zaki (14), santri Pesantren Darul Qiyam Magelang, Jawa Tengah, yang gantung diri di toilet sekolah. Namun sebelum peristiwa itu, Zaki sempat curhat soal nilai mata pelajaran yang turun.

"Dia pernah bincang-bincang, termasuk pada wali murid, 'kenapa nilai saya turun drastis'. Kemungkinan dugaan sementara karena nilai-nilainya turun," ujar Kapolres Magelang AKBP Guritno Wibowo, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (11/1/2013).

Menurut Guritno, hasil visum tidak menunjukkan adanya tanda-tanda penganiayaan pada Zaki. Hubungan santri itu dengan rekan-rekan dan pengajarnya pun baik-baik saja.

"Hubungan sekolah dengan masyarakat juga bagus dan terbuka. Ini kemungkinan karena masalah psikis aja, nggak ada hubungan dengan rekannya," tegas Guritno.

Di samping jenazah Zaki, polisi juga menemukan secarik kertas yang berisi gambar kursi dan tali gantungan. Polisi menduga, Zaki sudah merencanakan bunuh diri itu cukup lama.

"Dari gambar itu seakan-akan korban ini sudah merancang gambar bunuh diri," ceritanya.

Sejumlah saksi sudah diperiksa atas kasus ini. Sementara jenazah Zaki sudah dibawa pihak keluarga ke Banten tanpa diautopsi.

Hingga saat ini belum ada keterangan dari pihak Podok Peantren Darul Qiyam mengenai hal ini. Pondok pesantren merupakan cabang dari Pondok Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo, yang memiliki sistem pendidikan yang modern.

( Surat  Kabar DetikNews ) Kesalahan ada pada penggunaan tanda kutip pada kalimat langsung,

Menelaah Kalimat Efektif

 
 
Dalam setiap penulisan bahasa Indonesia yang kita pelajari, dalam penyusunan penulisan ilmiah, karya tulis maupun laporan dan juga dalam berkomunikasi sehari-hari agar dapat tersampaikan apa yang kita maksudkan hendaknya menggunakan kalimat yang efektif. Pengertian mengenai kalimat efektif ialah kalimat yang benar, jelas, dan mempunyai makna yang mudah dipahami oleh pembaca secara tepat.
Contoh kalimat efektif biasanya digunakan dalam karya tulis seperti skripsi, tesis, makalah, disertasi, laporan penelitian, proposal dan sebagainya. Kalimat efektif mampu menjelaskan secara keseluruhan maksud si penyampai kepada penerima dengan baik dan tepat.
Namun, dalam kehidupan sehari-hari, terkadang dalam penggunaan kalimat yang efektif luput dari perhatian kita, dan menggunakan bahasa Indonesia dengan kurang efektif. Tentu saja, kalimat efektif berbeda dengan penggunaan bahasa dalam bidang sastra yang notabene menggunakan bahasa kiasan seperti majas metafora dan majas hiperbola.
Untuk dapat menggunakan kalimat yang efektif, kita perlu menelaah perbedaan antara kalimat efektif dengan kalimat yang tidak efektif.
Ciri kalimat efektif :
    1. Bentuk kata sesuai dengan EYD (Ejaan yang Disempurnakan)

Kata yang sesuai dengan EYD adalah kata yang baku dan tidak mengantuk kata-kata gaul,
kata-kata alay  atau kata-kata serapan dari bahasa asing atau bahasa daerah yang biasanya
membuat kalimat menjadi tidak efektif.
Selain itu, penggunaan kata imbuhan yang tidak tepat dapat menyebabkan sebuah kalimat menjadi
tidak efektif.
Contoh :
-       Orang-orang melempari sampah ke dalam sungai.
-       Ibu menggulai minuman itu.
-       Kamu kepo banget sih.
* Contoh kalimat pertama menggunakan imbuhan yang tidak tepat. Akhiran –i pada kata melempar membutukan objek yang bergerak.
Perbaikannya :
-       Orang-orang melemparkan sampah ke dalam sungai.
* Contoh kalimat kedua menggunakan kata menggulai yang memiliki makna ganda (ambigu). Dapat bermakna memberikan gula atau menjadikan gulai. Dan jika ditelaah dari kalimat tersebut secara keseluruhan maka tidak ada minuman yang dijadikan gulai.
Perbaikannya :
-       Ibu memberi gula pada minuman itu.
* Contoh kalimat ketiga adalah penggunaan kata gaul kepo yang berarti ingin tahu dan kata banget sih yang tidak baku.
Perbaikannya :
-       Kamu ingin tahu sekali.
    2. Struktur kalimat tepat
Penempatan subjek dan predikat yang tidak jelas merupakan salah satu penyebab ketidakefektifan kalimat. Jadi, dalam pemakaian struktur kalimat yang tepat harus diperhatikan dalam menyusun kalimat yang efektif, yaitu urutan S-P-O-K.
Contoh :
-       Ternyata, kelima bersaudara itu memiliki sama-sama kaya.
-       Kalau lulus ujian, maka saya akan mengadakan syukuran.
* Contoh kalimat pertama penggunaan kata ternyata membuat kalimat menjadi rancu, pengulangan kata sama pun merupakan pemborosan kata yang membuat kalimat menjadi tidak efektif.
Perbaikannya :
-       Kelima bersaudara itu memiliki kekayaan yang sama.
* Contoh kalimat kedua pada induk kalimat saya akan mengadakan syukuran terganggu oleh munculnya konjungsi maka.
Perbaikannya :
-       Kalau lulus ujian, saya akan mengadakan syukuran.
    3. Kesejajaran
Kesejajaran berarti memiliki kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat. Apabila bentuk pertama menggunakan kata kerja, maka bentuk selanjutnya pun kata kerja.
Contoh :
-       Tugas kamu adalah mengecat rumah, perbaikan saluran air dan pemasangan pagar.
* Contoh kalimat diatas menggunakan kata kerja yang berbeda, kata mengecat, perbaikan dan pemasangan berbeda.
Perbaikannya :
-       Tugas kamu adalah pengecatan rumah, perbaikan saluran air dan pemasangan pagar.
    4. Kontaminasi
Kontaminasi berarti kekacauan penggunaan kata, kalimat ataupun frasa yang terkandung didalam
kalimat. Kontaminasi ini akan membuat pembaca atau penerima pesan menjadi bingung dan tidak
dapat menangkap apa yang dimaksud dalam kalimat itu. Kalimat yang terkontaminasi tidak efektif
karena tidak dapat dimengerti oleh pembaca ataupun pendengarnya.
Contoh :
-       Di yayasan itu dipelajarkan berbagai keterampilan wanita.
-       Penulis itu dikatakan sedang memperkerjakan tangannya untuk berkarya.
* Contoh kalimat pertama terdapat kontaminasi pada kata dipelajarkan yang membuat rancu kalimat tersebut.
Perbaikannya :
-       Di yayasan itu dipelajari berbagai keterampilan wanita.
* Contoh kalimat kedua merupakan kalimat yang kacau dan sulit dipahami dengan adanya kata memperkerjakan.
Perbaikannya :
-       Penulis itu menggunakan tangannya untuk berkarya.
    5. Pleonasme
Plenonasme adalah suatu kejadian atau gejala dimana sebuah kalimat menggunakan kata-kata yang
berlebihan sehingga membuat kalimat tersebut menjadi tidak efektif.
Contoh :
-       Pada zaman sebelum lahirnya dinosaurus dahulu kala, ada banyak manusia yang ternyata masih hidup dengan gaya primitif yang sangat kolot dan kuno.
-       Kesehatannya sudah pulih kembali.
* Contoh kalimat pertama terdapat kata-kata yang sebenarnya tidak perlu digunakan, sehingga kalimat menjadi tidak efektif. Inti dan maksud dari kalimat tersebut menjadi buram dan tidak nyaman untuk dibaca maupun didengar.
Perbaikannya :
-       Zaman sebelum kelahiran dinosaurus, kehidupan manusia masih primitif dan kuno.
* Contoh kalimat kedua, pada kata pulih dan kembali memiliki arti yang sama yaitu seperti semula.
Perbaikannya :
-       Kesehatannya sudah pulih.
Sumber :
http://bahasakubahasamu.wordpress.com